Vonis Becak Ber-Motor, Bemo
Vonis Becak Ber-Motor, Bemo
Coba jumlahin. Rasanya, kendaraan umum ngangkut lebih banyak penumpang ketimbang mobil-mobil pribadi. Udah ngangkut paling dikit, mobil pribadi diberi ruas jalan paling besar, bisa berkeliaran seenaknya dan penyebab utama macetnya lalulintas lagi. Lucunya, bus, kendaraan umum justru disusahin, bus cuma disediain satu jalur, tarip, trayeknya ditentuin dan dituding banyak dosa ketimbang jasanya. Mobil pribadi aja tuh, kudu dikurangin dan kendaraan umum dibanyakin. Bemo sih, biarin. Apa kesalahannya? Begitu kata Pak Amir, supir bus kota.
Sementara Bang Saban, supir bemo bertutur. Syukur, kalau pemerintah peduli ama warga kecil
dan mempunya niat menggantiin bemo lama dengan kendaraan baru. Lalu bemo bekas, kita oper pada pemerintah dan kita dihadiahin kendaraan roda empat untuk menggantiin bemo kita. Ya sama seperti menukar Rupiah lama dengan Rupiah baru. Tentu pemilik, supir bemo akan tawa bahagia dan berseri.
Kalau tidak, ya, sekurang-kurangnya pemerintah aja kudu beli bemo bekas kita. Dibayar dong, bukan mesti diserahin. Agar menjadi pelajaran, teladan, eh … panutan bagi para preman. Bemo bukan seperti senjata api gelap kok yang boleh disita atau mesti diserahin. Dan kita boleh beli kendaraan roda empat itu. Tentu dengan harga murah dan cicilan ringan. Lalu, lebih manusiawilah rasanya jika pemerintah yang menjual bemo-bemo bekas itu kembali atau terserah, mau dimusnahin atau dirumponin.
Wow, mungkin duapuluh tahun lagi, melihat bemo-bemo yang beroperasi di Jl. Karet – KH Mas Mansyur, daerah Tanah Abang masih cakap dan layak jalan. Saya jadi teringat rally pesawat terbang tua London-Brisbane tahun 1990, yang diikuti pesawat-pesawat buatan sebelum tahun 50-an dan masih layak terbang serta diikuti peserta wanita, bahkan Marie (75), Marion (64) dan Aileen (64) masih layak dan pandai mengemudi pesawat. Tak tega melihat, membiarkan bemo mereka yang masih begitu jaya, andaikan di pereteli atau mesti menjadi rumpon. Keluarga Pak Supir tentu akan menangis, meratapi nasib bemo mereka, yang seakan-akan sudah mendarah daging, sahabat lama yang disayangi.
(Vonis Bemo tidak/belum jadi dilaksanakan sampai tahun 2008, penulis)
Bisnis Indonesia 6 Juni 1995
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
