Upah Tuhan
Upah Tuhan
“Kamu tak dapat membeli suara indah,” kata Sang Pemimpin Paduan Suara kepada anggautanya, “kecuali dengan berlatih teratur. Bila suatu hari suaramu berkembang dan menjadi bagus, kamu akan begitu bahagia, begitu bersyukur, tiada hadiah ulang tahun, mobil baru, sebuah vila, gelar Phd. pun dapat melebihinya. Itulah upah, hadiah Tuhan atas segala jerih payah kamu.”
Dan saya jadi mengingat perihal kesehatan baik, pengetahuan yang mendalam, seni, … upah Tuhan atas segala jerih payah, usaha, ketekunan seseorang.
Tentu, saya dapat membeli sebuah kamera, komputer, belajar membuat blog, mengunggah masuk You Tube – itu cuma ibarat memiliki perangkat jamuan, dinner-set istimewa – yang tentu membuat saya senang, bangga, tetapi tak pernah sebangga, sebahagia, ketika saya berhasil mengisi blog, mengisi video-video saya ke You Tube.
Apalah sebuah dinner set yang hebat, istimewa tanpa hidangan. Saya yang membuat, mengisi hidangannya. Itulah, tulisan-tulisan, pikiran-pikiran, video-video saya, hadiah, upah Tuhan atas segala jerih payah; harta saya, yang tak dapat dibeli, tak dapat dibayar dengan uang, diatas dinner set itu.
Agustus 2011
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
