Surat Terbuka Kepada PBVSI
Surat Terbuka Kepada PBVSI
Apalah artinya memiliki hak yang sama, jika dalam praktek yang berukuran kecil bahkan yang berukuran normal pun tidak berpeluang atas hak itu? Kelas bebas Voli tingkat dunia pada hakekatnya adalah monopoli atau hak pemain super tinggi.
Yang tidak beruntung berukuran tinggi cuma berpeluang di tingkat RW, kelurahan, sekolah. Namun, mengetahui hal demikian, kita membiarkan keadaan itu berlarut-larut. Seakan-akan menghibur, membodohi mereka bahwa yang tinggi pun bisa dikalahkan oleh yang kecil. Memang bisa, tetapi yang tinggi yang macam apa? Yang tak berbakat dan tak terlatih dengan baik, tentu.
Kalau yang tinggi berbakat dan terlatih dengan baik, tak mungkin mereka dapat dikalahkan oleh yang kecil. Hal ini amat mudah dibuktikan: Kelompok pemain tinggi selalau dapat menyamakan segala keistimewaan dan fasilitas yang dimiliki kelompok pemain kecil, tetapi yang kecil tidak mungkin bisa menyamakan jangkauan yang dimiliki oleh kelompok tinggi.
Sebab, jika ada yang kecil yang berbakat, pasti ada yang tinggi yang juga sama berbakat; jika ada yang kecil yang penuh dedikasi, pasti ada yang tinggi yang juga sama dedikasinya. Lompatan luar biasa bukan monopoli yang kecil, mengumpan baik, kelincahan dan segala keistimewaan mau pun segala fasilitas bukan monopoli yang kecil. Tetapi ukuran tinggi berikut raihannya itu tetap monopoli yang tinggi.
Data IVBF juga menunjukkan, bahwa pemain voli pria tingkat dunia umumnya 190 cm ke atas. Sedangkan tinggi rata-rata pria Indonesia hanya 163,8 cm menurut data Prof. Dr. Teuku Jacob (di waktu itu) dan yang berukuran 172 cm keatas hanya ada 5%. Jangankan mencari pemain yang 190 cm keatas, yang 180 cm ke atas saja sudah amat sulit.
Kepada Bapak Ketua Umum PBVSI Letjen (Pol) Koenarto yang akan memulai masa jabatannya, saya mengimbau agar dalam menyusun program kerjanya diikut sertakan voli dengan klasemen tinggi badan untuk mengatasi ketidak adilan ini. Bukankah ada peraturan tak tertulis yang menolak pemain di bawah 180 cm menjadi pemain nasional?
Kelas-kelas yang saya usulkan adalah:
Putra: 170 cm ke bawah, tinggi net 224 cm
175 cm ke bawah, tinggi net 230 cm
Putri:160 cm ke bawah, tinggi net 205 cm
165 cm ke bawah, tinggi net 211 cm
Selain memberi kesempatan pada pemain kecil/normal, kita lebih berpeluang di tingkat internasional jika gagasan ini dikenal luas dan diterima resmi.
Media Indonesia 1 Maret 1992
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
