Sopan Atau Engga Sopan
Sopan Atau Engga Sopan
Angie
Opa mau nyombong lagi nih.
Paling enak berpakaian ringan di Indonesia, Udaranya panas. Cukup baju, celana pendek dan sandal. Bahkan lebih enak lagi pakai celana pendek aja, melepaskan sepatu, sandalnya, seperti biasanya orang-orang Indonesia atau orang Jepang, duduk aja di lantai yang sejuk. Apa ini engga sopan? Itu sangat sopan. Yang dianggap engga sopan yang pakai sepatunya.
Enak benar kalau orang di Indonesia boleh saja ke bioskop, restoran, mall, pakai pakaian biasa, celana pendek, engga wajib nampang. Engga enak keren-keren, pakai jas, dasi, ke malam kesenian, resepsi pernikahan, gereja. Memang cocok di negara Eropa yang dingin. Jesus berkhotbah duduk di tempat biasa aja di atas batu, atau duduk di tanah. Orang-orang datang sebagaimana biasa aja, engga datang keren-keren seperti orang-orang ke gereja, yang sok memuliakan, menghormati Tuhan.
Kalau oma makan dengan tangan di waktu makan bersama opa, lalu makan pakai sendok kalau ada tamu, itu bukan berarti lebih menghormati tamu. tapi oma merasa lebih dekat dengan opa, bukan sesuatu yang memalukan, tidak sopan dan bukan tidak menghormati opa.
Kalau memalukan, tidak sopan, pasang aja: “Dilarang pakai celana pendek atau sandal jepit”, di Mall, restoran, hotel keren, resepsi pernikahan. Atau kalau mau suruh sopan, wajibkan orang berpakaian dengan jas, sepatu dan datang dengan Mercedes sekalian.
Ingat aja orang yang bahkan sengaja rumbutnya diacak-acakin, celana jeansnya di lutut disobekin, celana pemain sepak bola yang berlepotan. Angie waktu kecil kalau rambutnya acak-acakan, cemongan, lari-lari engga pake sepatu, baca nungging, begitu blo-on, opa tahan-tahan supaya engga nyium. Mami Angie juga engga tahan maka kamu di bekuk, dipiting, bukan dipeluk. Kalau disuruh nampang, pasang senyum, rambut disisir rapi, bergaya, Angie menjadi tua, opa sebal.
Pelayan wanita Hotpot berpakaian seragam ramping, rambut mereka disanggul tampak mereka semua menjadi cantik, ingat saja seragam stewardes, sudah cantik menjadi lebih cantik. Paduan suara yang berjubah seperti para imam katholik tampak menjemukan, suram. Orang cakap, ganteng, cantik, laki, perempuan, tua, muda engga kelihatan bedanya. Apa mereka itu begitu jelek amat sehingga kejelekan mereka mesti ditutupin?
Wanita pakai pakaian pria, naik motor, nyetir mobil tampak keren, gagah. Pria pakai rok kelihatan konyol. payah, Pakai jeans, apalagi shorts, wanita kelihatan lebih ramping, lebih muda. Kakinya kelihatan kuat, indah apa lagi kalau engga pakai alas kaki. – Ini Angie engga boleh baca sebelum 17 tahun – Cuman laki-laki buta, atau sok suci, atau pura-pura, atau malu, atau orang laki-laki yang udah pikun, jompo engga bisa mengagumi keindahan, pesona wanita.
- Disini Angie boleh baca lagi – Bukan mau nampang kalau opa pake celana pendek, sepatu olah raga.Opa kelihatan 30 tahun lebih muda. Bapak-bapak, ibu-ibu kagum, menyapa, melihat kaki opa yang masih mantap, kuat naik sepeda. Mata opa memelototi, bisa menyihir para penyanyi, pendengar. Apa lagi keberanian opa yang lebih berani dari para pemuda. Opa berani mengatakan “saya hebat”, presiden, panglima tertinggi, profesor aja engga berani. Yah, apalah keberanian pergi ke restoran, ke hotel keren, hebat seperti yang di Bali pakai celana pendek dan sepatu olah raga atau sandal.
Benji ketika dibotakin, begitu jelek, begitu girang mau diajak opa jalan-jalan, engga malu, engga perlu nampang, engga ada anjing yang mencibir, membuang muka, malah opa yang malu mengajak dia. Pikir-pikir dia malah lebih hebat, lebih dewasa dari opa. Memangnya orang yang cuma bercelana pendek, bersandal, tanpa sepatu, anjing botak, jelek mesti dipandang memalukan? Orang yang benar hebat engga perlu nampang, pamer, engga takut engga dihormati. Bayangkan guru, boss, direktur, orang sekaya Bill Gates berani pakai celana pendek ngajar, ke kantor, hebat benar mereka.
Salam engga hangat
Opa
Eh. Dulu kita pura-pura musuhan, sekarang kita benar-benar musuhan.
Begitulah E Mail Opa Johan kepada cucu perempuannya.
Januari 2010
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
