Si Cantik, Si Manis, Buah Manggis
Si Cantik, Si Manis, Buah Manggis
“Hebat benar, kalau alam mengatur.” kata si upik, menunjuk mata-mata sebuah manggis. “Kalau jumlahnya lima, enam, pasti diikuti jumlah isinya yang juga lima atau enam butir.”
“Dan … kalau saja tahu bagaimana membukanya.” tambahnya. “Bukan dengan cara memencet seperti membuka buah duku, melainkan dengan memotong sekeliling kulit luarnya tanpa menyentuh isinya. Lalu membukanya dengan hati-hati, seakan-akan membuka kotak permata dan sshh … tampaklah si Jelita di peraduannya. Cantik bagai bunga teratai, putih, bersih bagai salju, manis, sedap, tak dilebihi madu. Buah yang pantas untuk dipersembahkan pada para Dewa.”
Harganya hanya Rp 4oo.-. Beruntung, berbahagialah,orang yang bisa menilai buah manggis begitu, saya membatin
Suara Karya, 24 Mei 1997
