Sejarah Berulang Kembali
Sejarah Berulang Kembali
Dulu, sekitar dua ratus ribu wanita di Asia, termasuk di Indonesia, dikorbankan demi ”menghibur” tentara Jepang dalam perang dunia ke dua. Kini giliran gadis Jepang yang baru berumur l2 tahun, menjadi korban, dinodai tiga anggauta tentara Amerika di pangkalan militer
Okinawa.
Membekali tentara dengan makanan saja, dalam tugas begitu lama di negeri orang, tidak manusiawi. Mana cukup? Melihat “buah terlarang” yang begitu menggiurkan dibiarkan lewat begitu saja. Mana tahan?
Begitu kata Sang Pelaut, mengingat pengalaman, petualangannya sendiri mengarungi samudra.
Kalau bekas wanita penghibur tentara Jepang begini jalan pikirannya. Bagaimana jika seandainya Jepang sajalah yang membekali tentara Amerika juga dengan wanita penghibur di Okinawa? Memohon maaf saja, tidaklah cukup. Hitung-hitung, menebus ’dosa‘ mereka dulu, di Asia. Ketimbang memvonis, mengutuk ketiga tentara Amerika itu.
“Bukan.” kata seorang pemirsa. Yang harus divonis, dikutuk, dihukum adalah pimpinan, penguasa yang mencetuskan, memerintahkan mereka perang, melakukan tugas militer. Berbulan-bulan bahkan mungkin sampai bertahun-tahun, mereka terpisah dari istri, kekasih, anak, orang tua mereka di negeri orang dan setelah tugas usai, kalau pun beruntung, selamat, bisa pulang kampung halaman. Tentara itu juga termasuk korban perang.
Lalu bagaimana kalau tentara itu terlanjur menjalin kasih sayang dengan gadis di negeri orang dan kemudian terpaksa meninggalkannya lagi karena harus pulang kembali? Tidak semua tentara berlaku biadab, saya membatin.
Perang itulah yang tidak manusiawi, seperti perang dunia, perang Teluk, perang di Bosnia, di
Sri Lanka, Chechnya, Rwanda dan dimana pun di bumi. Perang itu yang harus divonis, dikutuk, dibasmi.
“Bukan.” kata si upik. Perang itu perlu untuk memerangi, AIDS, KEMISKINAN, KEBODOHAN, … ha,ha, ha.
Ekonomi Neraca 14 Desember l995
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’);

Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed