Seandainya Josef Fritzl …
Seandainya Josef Fritzl …
Kalau saya tidak kebetulan membaca tulisan Ovid “The Metamorphoses,” tulisan dengan pemikiran yang menantang tentang asmara antara dewa dan bidadari, antara kakak laki dan adik perempuan, antara ibu dan putranya, antara ayah dan putrinya dan peneyelewengan suami, istri, saya tidak akan ceritakan ini pada pak Chew.
Seandainya seorang ayah tidur bersama putrinya dan mengangkatnya menjadi istri ke dua, seandainya itu tidak menjadi pelanggaran hukum, tidak bertentangan dengan rasa kesopanan masyarakat, tidak menjadi bahan gunjingan, seandainya peradaban manusia begitu tinggi sehingga tidak terkejut atas prilaku begitu, tentu ia tidak akan melakukan perbuatan pidana dengan menyekap, menyembunyikan, menodai putrinya dengan paksa. Mungkin saja mereka bisa hidup berbahagia. Kalau seandainya, seorang pria begitu bebas, memiliki begitu banyak pilihan, ia tentu tidak memilih putrinya.
Kita tidak bisa memaksakan sesuatu yang alami menaati hukum, tata susila manusia yang sudah lama kadaluarsa, namun kita memaksakannya tetap berlaku. Tidak ada agama konstitusi apa pun yang dapat memaksa alam mematuhinya.
Tentu kita dapat melarang, menghukum, mengancam orang, bahkan dengan hukuman mati, namun itu tidak menghapus, menghilangkan keinginanya akan “buah-buah terlarang” yang begitu menggiurkan. Ia tak akan jera dan melakukannya, melanggarnya kembali dengan segala risiko sebagai akibatnya.
Apa pak Chew akan membenci, menuduh ibumu andaikan ia sebagai perempuan muda yang tidak menikah dalam keadaan putus asa menggugurkanmu dari kandungannya? Ia bahkan bisa dituntut hukum sebagai melakukan perbuatan pidana.
“Tidak” kata saya.
Fritzl adalah salah satu korban peradaban kita. Manusia bukanlah benda, computer, robot.
Begitu kata pak Arif pada saya
Maret 2009
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
