Saya Yang Bodoh Apa Dia Yang Pinter?
Saya Yang Bodoh Apa Dia Yang Pinter?
“Saya baru baca suatu tulisan mengenai sila ke dua di surat kabar terkemuka. Tapi bagi saya sulit dimengerti.” Begitu kata saya pada pak Arif.
Judulnya: Banalitas Kekerasan, Defisit Kemanusiaan
Jargon keramahan
Diteriakkan dalam retorika politik
Menyangkut soal publik maupun privat
Yang militeristik
Melindungi impunitas para pelakunya
Logika “mayoritanisme”
Kerusakan sosial-ekologis
Bersifat karitatif
Kepengurusan publik yang multiskala
Belajar bernegosiasi
Persoalan mayoritas-minoritas tidak lagi relevan
“Apa maksudnya itu?”
“Maklum, pak Chew sih cuman bisa nulis blog, engga bisa nulis karya kaya dia mengenai hal-hal yang besar, luhur, sulit dimengerti orang kecil, hingga bisa dimuat surat kabar paling besar, paling terhormat di Indonesia, dibaca lebih dari setengah juta orang pinter setiap hari. Ha, ha.” Begitu kata pak Arif.
Agustus 2010
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
