Sang Pemimpin Paduan Suara Pada Anggautanya
Sang Pemimpin Paduan Suara Pada Anggautanya
Bila saudara melatih suara saudara dengan tekun Tuhan memberi saudara hadiah terindah yang tak dapat dibeli setinggi harga apapun: suara yang indah, kuat, kaya, meski tidak berdoa.
Bila tidak, meski saudara berdoa seribu kali untuk suara indah, Tuhan bilang: Hai, orang malas, Aku tak sudi memberimu suara indah.
Jika Saudara mempelajari, berlatih suatu lagu dengan sungguh-sungguh Ia mungkin membisikkan saudara sesuatu dan saudara menyanyi begitu bagus, itulah seni, bisikan Tuhan, bukan lagi kehebatan, kemahiran menyanyi dan para pendengar akan terdiam, tak dapat bertepuk tangan.
Jika persiapan tidak baik, setelah menyanyi anda stres, para pendengar ikut stres.
Jadi kalau persiapan, latihan baik, konser bagus, semua orang kebagian bagus, enak, untungnya, Kita menjadi orang kaya, kalau persiapan, latihan jelek, kita kecewa, menderita, semua pendengar kebagian engga enaknya, jeleknya, ruginya,
Jangan lupa, anda-anda amat hebat. Ini bukan untuk memuji saudara-saudara. Jika tidak, Tuhan yang menciptakan kita tentu Pencipta yang payah juga,
“Tapi rasanya mereka tidak menyadari ini. Bukankah saya seorang pengkhotbah yang hebat? Ha, ha.” Begitu kata Sang Pemimpin Paduan Suara kepada saya.
Agustus 2009
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
