Sang Maha Bintang
Sang Maha Bintang
Tidak jarang media massa memuat tulisan menakjubkan memaha-bintangkan seseorang. Apa lagi kalau itu dideklamasikan, efeknya berlipat ganda. Dengarkan kata pak Arif:
“Maha Bintang (legenda hidup) dari AS itu menginap di President Suite yang pernah ditinggali oleh mantan Wapres AS Walter Mondale dan Raja Hussein. Dari bandar udara ke hotel ia naik helikopter.Kisah tentang peri-kehidupan Maha Bintang itu tak kalah ”angker” dan “gawatnya” dari seorang raja atau kepala negara. Kita terkesima akan jumlah kekayaan yang dimilikinya serta akan berjuta-juta dollar yang dihasilkannya …” Semacam itu ditulis dalam Tajuk Rencana harian terkenal.
Kalau saya mah mengagumi, terkesima Hawa, “Maha Bintang” saya yang manis; mengenang senyumnya yang memikat, suaranya yang merdu, matanya yang memesona, rambutnya yang lembut, peluk, kecupnya yang hangat, … dari pada mengagumi, terkesima pameran ketenaran, kekayaan seorang. Ha, ha, ha.
Masabodoh maha bintang yang gemerlapan, diatas panggung maupun di panggung politik, di atas rumput bertebaran maupun di langit. Di mana ada Hawa, disitulah firdaus, hartaku.
Jayakarta, 26 September 1990