Salah Faham Lucu

Salah Faham Lucu

“Mungkin kamu jarang melihat kunang-kunang waktu masih kecil, ya.” Begitu kata aku pada si Boy yang menyetir mobil di malam hari di Jakarta.

“Tentu, dulu aku pernah melihat kunang-kunang waktu begitu letih berlomba naik sepeda yang melompat-lompat sehingga aku hampir terjatuh.”

Tidak mengerti soal sepeda yang melompat-lompat aku lalu omong-omong mengenai cengkrik ketika sama-sama merekam video di Monas.

Tiba-tiba si Boy berkata: “Ayah maksud melihat kunang-kunang beneran? Aku kira ayah begitu letih, kepanasan berkunang-kunang kalau bersepeda sampai jauh di luar kota.”

“Aku kira, malah kamu yang sudah agak tuli seperti ayah dan ibumu sekarang. Maka aku sengaja diam aja.”

“Aku sama sekali tidak tuli. Ha-ha.” Kata si Boy.

“Tapi pak Chew masih bisa melihat kunang-kunang. Tepuk saja mata bapak kuat-kuat dan bapak akan melihat kunang-kunang bertebaran terbang dihadapan bapak di siang hari bolong. Ha,ha.” Begitu Opa Johan bercerita menggodai saya.

Pebruari 2011

Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’);

web stats analysis

// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);

site statistics

wordpress hit<br />
counter” border=”0″></a><br /><a href=View My Stats

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.