Rumah Impian Masa Depan

Rumah Impian Masa Depan 

Wow,  takutnya  bekerja atau tinggal di  gedung  bertingkat.  Dan Jakarta, mau tidak mau harus membangun ke “atas”. Alangkah  lebih amannya  rumah penduduk desa ketimbang gedung modern yang  menju­lang  tinggi, kalau mengingat kejadian di
Jakarta yang  baru-baru ini dilanda gempa. 

“Kalau  saja  saya arsitek akan saya membuat disain  rumah  impian masa  depan.” kata si upik. “Lantai dan dindingnya, coba tebak  … saya  isi  udara.  Kecil, mungil, ringan. Bisa  diangkut  kemana-mana,  hanya  dengan mengempis dan melipatkannya.  Kalau  terjadi kebakaran, orang mudah menyelamatkan diri. Diwaktu air bah seper­ti  di  zaman Nuh pun, rumah aman, menjadi  rumah  perahu.  Tahan gempa, tahan  benturan dan lebih aman terhadap ancaman penggusuran,  karena bisa dibawa lari. Ramah lingkungan, karena  besarnya penghematan  berupa  bertruk semen dan besi  beton,  pengurangan penggalian  pasir,  batu  kali, pemakaian  lahan  dan  penebangan pohon.  Sepertinya  sopan, tidak serakah. Menyiratkan  kepedulian dan tenggang rasa terhadap sesama insan, begitu katanya.”  

Lucu  dan bagus juga pikiran si upik. Zaman memang menuntut apa yang serba  kecil.  Dulu besarnya mesin IBM yang  melakukan  pembukuan perusahaan KPM Belanda sebesar satu ruangan, belum lagi  beberapa ruang,  gudang besar untuk menyimpan filenya. Kini  cukup  sebuah meja  komputer,  beberapa disket,  tambah  kemudahan,  kesenangan untuk  ber-internet dan ber-multi media. Suatu waktu  orang  akan lebih bangga memiliki rumah impian mungil yang luwes, lentur  dan mudah  menyesuaikan diri, ketimbang rumah gedung mewah  yang  takbisa dipindahkan, berukuran raksasa, boros dan mahal.  

Menurut perhitungan si upik, kalau dia tidak salah hitung, lantai rumah mungil ukuran 6 m x 6 m setebal  5O cm saja, berisi udara, berdasarkan hukum  Archimedes, diwaktu  banjir, sanggup mengangkat berat sampai sekitar  18  ton  atau seluruh  perlengkapan rumah tangga dan  entah  masih  mampu mengangkat  sebuah  mobil pribadi. Dan yang istimewa dari  rumah ini,  beaya membuatnya tentu amat murah karena salah  satu  bahan pokoknya adalah udara yang tak perlu dibeli dan tidak pernah akan langka atau lenyap dari pasaran seperti semen. 

Kalau dipikir, orang sudah dapat membuat mobil dengan bahan bakar sinar  matahari.  Ikaros  dalam cerita  Yunani bermimpi  terbang seperti  burung. Kini orang sudah terbang bergantole, kelak  ter­bang seperti Gatotkaca atau Superman.  

18 Maret 1997

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.