Pria Punya Selera

      Pria Punya Selera 

“Pisangkah?”“Bukan.”“Durenkah?”

“Bukan pula, melainkan rokok. Rokok itu pria punya  selera menurut iklan yang terpampang dimana-mana.”    Meski nikmat, mesra, eksklusif kata orang,  tetapi kalau saya sebagai pria punya selera, malah merasa
lebih nikmat, lebih mesra, lebih eksklusif,  lebih energik, lebih diilhami jika ditemani wanita dari-
pada ditemani rokok. Lagi pula, segagah, seperkasa apapun,  seorang pria tidak lebih  laki-laki  jika tidak  didampingi  perempuan, bukan  karena  tidak didampingi  rokok,  atau kuat minum  bir,  berjas, bahkan ber-Mercy.
 

Tiada aib yang lebih besar bagi pria, selain tidak “dilihat”  wanita, karena hanya wanitalah yang bisa
mengangkat  pria menjadi laki-laki  sejati,  bukan rokok.
 

Alangkah beruntungnya pria, jika ia kejatuhan  bulan,jatuh dalam kehangatan peluknya, jika ia beruntung menarik hadiah utama undian hidup,  diizin­kan mengecupnya. Apalah artinya hangat rokok  atau
mengecup  kopi kental? Dan ia masih  akan  memilih wanita ketimbang memilih menjadi presiden.
 

Pria punya selera? Jelaslah wanita, Hawa, woman, vrouw.

 

               Bisnis
Indonesia, 12  April 1991

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’);

web counter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.