Pernikahan
Pernikahan
Di tahun 2010 Masehi seorang berkata:
“Ketika masih muda saya ingin menikah untuk mengetahui bagaimana rasanya hidup dalam pernikahan. Sejak menikah saya mesti mengatakan, mengingatkan istri atas kewajiban suami-istri, untuk makan bersama, tidur bersama, pergi bersama, … kalau tidak kami tidak makan, tidur, pergi, bekerja bersama. Meskipun demikian, ia meyakinkan bahwa ia mencintai dan tidak akan meninggalkan saya seumur hidup.”
Di tahun 2200 Masehi seorang berkata:
“Kini, sejak pernikahan resmi telah dihapus, kakanda sama sekali tidak perlu mengatakan, memperingatkan dinda dengan nasehat-nasehat picik begitu. Dinda dengan suka, rela tinggal, makan, tidur, hidup bahagia bersama, meski itu tak untuk seumur hidup. Kalaupun suatu hari dinda meninggalkan kakanda lagi kakanda tidak akan sesali tindakan dinda, malah bersyukur mengingat kebaikan dinda yang dengan senang membawa kebahagian kedalam hidup kakanda.”
Juli 2009
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
