Pak Arif Mengenai Keperkasaan Pria
Pak Arif Mengenai Keperkasaan Pria
Tiba-tiba saja saya merasa tidak mampu dan merasa begitu buruk, terpukul, tidak seperkasa seperti dulu lagi, seperti kalau kehilangan mata, pendengaran, kaki, serangan jantung, kena stroke, …
Dan saya iri kalau mengingat pasangan yang tidak menikah meski direndahkan, dikecam karena diam-diam berbahagia tidur bersama. Iri pada pacar yang menghamili Winarsih. Ia begitu malu akan melahirkan anak “haram” hingga membunuh diri, meski sebenarnya ia boleh bangga ada laki-laki yang menghormati, mengingini dia. Iri pada Bill Clinton yang mempunyai Monica, pacar gelapnya dengan segala risiko baginya untuk dipecat sebagai presiden.
Bahkan iri pada sang pemerkosa yang dihukum mati di Filipina. Apa ia seorang kriminal atau korban dari keperkasaan kelaki-lakiannya? Apa sang gadis korban atau gadis yang dihormati, digandrungi laki-laki sampai lupa diri dengan mengambil kesempatan ketika sang gadis dalam keadaan sendiri diluar “pagar” sosialnya yang mesti mengamankannya.
Betapa sok suci masyarakat. Hanya karena kesalahan, dosa-dosa yang begitu kecil, dosa-dosa, alias perbuatan yang sebenarnya dibutuhkan, diingini, tak dapat dihindari setiap orang, setiap insan yang hidup.
Berbahagialah mereka yang menikah, pasangan yang hidup bersama tanpa menikah, hidup bersama sebelum menikah, bahkan juga si pemerkosa, Mereka boleh bangga atas keperkasaan kelaki-lakian mereka, bukan untuk dikutuk, direndahkan, divonis.
Agustus 2010
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
