Opa Johan Mengenai Firdaus
Opa Johan Mengenai Firdaus
Si Piggy duduk melihat ik. Matanya girang engga malu-malu. Ik pikir, jelek amat dia punya muka, tapi dia ngga tahu dia jelek, jadi dia engga canggung, sama kaya anak kecil, biarpun telanjang. Dia orang engga tahu bagus, jelek, baik, jahat, sopan, engga sopan. Dia orang ngga peduli orang anggap dia orang bagus atau jelek. Disitu letaknya, “ngga tahu”. Dia orang menjadi bahagia, engga malu, canggung. Itulah firdaus, jij tahu?
Sebaliknya, ik, orang dewasa “tahu”, jadi engga bahagia. Kalau ik, orang gagal, jelek, miskin, engga berpendidikan … kita orang – karena tahu, rasa – jadi malu, engga enak seperti cerita anak itik yang buruk rupa, jij inget? Kalau sukses, kaya, pintar, cantik mah, – karena tahu, sadar – enak, tapi bisa jadi sombong atau salah tingkah.
Sejelek-jeleknya si Piggy, ik engga mau tukar dia sama anjing yang paling bagus sekalipun. Kalau anak kecil menjadi besar, – dia engga blo-on, manis, lucu lagi – tapi si Piggy tetap blo-on, manis dan lucu. Dia tetap sayang ik, biar ik sejelek, setua, sebodoh, semiskin apapun. Dia lebih sayang dari jij, padahal jij ik punya istri. Apa jij bilang?
September 2010
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
