Meski Tua, Masih Pacaran
Meski Tua, Masih Pacaran
Waktu belum menikah, enak aja, waktu punya pacar lebih enak, waktu punya anak-anak lebih enak lagi, Jangan sangka kalau waktu anak-anak besar, berpacaran berdua lagi kurang enaknya. Begitu kata Opa Johan pada saya.
Mereka belum lama ini pergi berduaan naik taksi, mesti menghadap PLN Gambir untuk membuktikan apa mereka nyolong listrik atau tidak. Sengaja tidak memberitahu putra mereka karena tak ingin ia mengerjakan sesuatu yang engga enak. Istrinya yang akan ngomong, opa Johan akan mendampingi. Dari kantor pusat, mereka lalu disuruh ke Pulo Gadung untuk periksa alat pencatat listrik mereka, entah dimana, jauh begitu. Untung dianter petugas PLN. Mereka menunggu lama sampai siang hari, makan siang berdua makanan sederhana di warung pegawai PLN. Murah, enak, hangat engga kalah hangat dari waktu mereka muda. Pulang naik taksi lagi, lega dan.bangga bisa mandiri.
Untung lagi, berhalangan dianter putra mereka. Mereka pergi jalan kaki berdua, mesti menyeberangi persimpangan jalan yang ramai ke latihan PS di gereja, – becek lagi – tapi enak aja. Istri opa Johan bahkan bangga kakinya kuat jalan. Cuma aja karena anak-anak suka nganter – siapa sih yang suka nganter? – jadi engga ada banyak kesempatan untuk berduaan aja. Betul lebih susah, tapi berdaulat, lebih seru, hangat. Ha, ha, opa Johan ketawa.
Meski meletihkan, tegang menunggu hasil pemeriksaan meter listrik, menghadapi bahaya jalan dalam lalulintas ramai, jalanan gelap, meski berumur lanjut, mereka seperti masih pacaran sehingga membuat segala ketegangan, kesulitan, keengganan, toh menyenangkan. Mendengar khotbah yang menjemukan pun kalau bersama pacar dulu yang belum menjadi milik, enak aja. Begitu kata opa Johan.
Buat orang yang tidak menikah pun pasti juga enak, sebab orang tidak pernah dibatasi untuk tidak pacaran sampai setua apapun. Burung dara saya yang sudah tua, dulu masih bahagia pacaran, asyik mandi sama-sama dalam baskom air cucian. Orang muda yang berhenti pacaran menjadi tua, saya kira.
Mei 2010
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
