Mengenang Seorang Wanita Istimewa
Mengenang Seorang Wanita Istimewa
Meski ia hanya mempunyai setengah badan, ia sedikit pun tidak canggung dalam pergaulan, mengendarai mobil dan menjalankan kehidupan sehari-hari dengan tangannya saja sebagaimana orang sehat. Ia bersuami dan ia pun mempunyai anak. Itu ditayangkan TV.
Pasti ia, suaminya, laki-laki amat istimewa, karena sanggup, mampu mencintainya, seorang wanita yang hanya memiliki tubuh dari bawah pinggang keatas. Lain andaikan modalnya besar seperti seorang ratu kecantikan atau Liz Tailor; yang cantik, muda dan kaya. Para pria tentu berduyun-duyun akan antri.
Pasti ia wanita amat luar biasa, amat memesona, melebihi wanita amat cantik lain karena dengan modal fisik sekecil itu pun masih dicintai seorang pria. Bayangkan betapa sulitnya bisa mencintai seorang seperti dirinya. Terbayang cerita Beauty yang mencintai The Beast.
Hanya wanita, yang diperkirakan hampir tidak mempunyai harapan untuk melahirkan seorang anak, merasakan kebahagiaan menjadi ibu yang begitu besar, jauh melebihi kebahagiaan seorang ibu pada umumnya, ketika ia berhasil melahirkan bayinya yang normal. Saya rasa bahwa meski keadaanya demikian, ia tidak kurang bahagia dari orang bertubuh normal. Ia tentu dapat menulis, melukis, menyanyi, main piano, berenang, … kalau mau.
Kata Seorang:
“Baru kehilangan rambut, gigi saja., orang sudah gelisah, canggung, risi, Jalan kaki, orang sudah mengeluh. Dia jalan di atas tangannya, bukan di kursi roda.”
Ia cuma terbatas di dalam dunia yang lebih sempit. Kemampuannya, prestasinya sama menakjubkan, tidak dibawah orang-orang yang hebat yang memenangi hadiah Pulitzer, mendaki gunung, berselancar, terjun payung, … sebagaimana Helen Keller yang buta, bisu dan tuli bisa mraih pendidikan begitu tinggi.
12 Desember 2004
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
