Masa Ke Emasan Seorang Anak

Masa Ke-emasan Seorang Anak 

Katanya   

Alangkah  senangnya belajar jika pendidikan  dasar mengacu  pada  kemampuan  membaca, menulis dan berhitung saja tanpa terlalu  diembeli begitu banyak pelajaran lain.  

Lalu bukan  orang  tua, masyarakat  kok  yang  harus  belajar,  diuji  dan menanggung  malu jika ia gagal. 

Apa dengan kurikulum yang canggih, plus les tambahan,  PR yang banyak, memburu sekolah favorit,  PTN terkemuka,  ia  mau cepat-cepat  dijadikan  jagoan iptek,  eksekutif, pejabat tinggi,  profesor berkwalitas  internasional? 

Dan  duduk di pohon laksana burung bebas  rasanya, ketimbang  di kurung di kelas di atas bangku;  dan meski  bertengger  diatas dahan, lebih  empuk  dan nikmat dari kursi atau sofa apapun. 

Setiap  kali  berhasil menangkap,  memancing  ikan  diselokan atau dikali, itu lebih menasyikkan  dari pada  penangkapan ikan raksasa, tetapi yang  hanya diceritakan dalam buku, diberitakan koran.  

Makan mangga muda, atau buah lain hasil “menembak” dengan katapel, rasanya lebih manis dari buah-buah manis yang disajikan ibu di meja makan. 

Melihat lampu seekor kunang-kunang saja jauh lebih memikat dari pada kerlap-kerlip warna-warni lampu- lampu pohon natal dan mendengar nyanyian cengkerik seriringan  di kaleng, lebih merdu dan indah  dari nyanyian malaikat sekalipun. 

“Berlanglang  buana” berbekal satu  sen  mengintai bajing, burung tekukur, alap-alap, bunglon, kadal, menangkap  laba-laba pohon, kalajengking,  memburu kupu-kupu, capung, kura-kura, yuyu, melihat sarang berisi anak burung, lalu minum es cincao atau  me­ngecup es gantung di bawah pohon, itu lebih  mengasyikkan dari pada bertamasya ke kebun binatang. 

Dan  bermain layangan, main gasing, congklak, nabunmembakar jagung, memelihara ayam, ikan,  kelinci danseribu satu kesenangan lain. 

Bukan  anak-anak  saja yang harus  belajar.  Kata orang,  - bisiknya – yang dewasa pun  masih  harus banyak belajar dari kepolosan, kemurnian, imajinasi­dan kebahagiaan anak-anak, tanpa bayar,  tidak diwajibkan lagi. 

Masa kanak-kanak hanya datang sekali,Tak pernah akan ia kembali lagi. 

Semacam itulah “kerajaan surga” milik anak-anak. 

Judul: Perasaan Mantan Sang Anak                                        Jayakarta, 1 Juni 1992

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’);

web counter

Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts