Lomba Masakan
Lomba Masakan
Aneh, kalau di negara yang beradab seperti Jepang masih ada yang suka menonton penyelenggaraan lomba masakan macam itu, kata si upik, ketika TV swasta menayangkan adegan pengirisan ikan hidup-hidup, tipis-tipis bagai lempengan dendeng, hingga tertinggal tulang, ekor dan kepalanya saja. Kerangka hidup yang masih berkelojotan itu justru dijadikan hiasan masakan tersebut, ditata di atas meja. Tak tahan melihat tayangan itu, si upik segera memindahkan saluran siarannya.
“Kalau juru masak, ibu, menguliti, memotong-motong, mengeseti ayam atau ikan, dalam keadaan mati. Tak tega rasanya orang, – macan pun tidak – andaikan harus mengerat sepotong daging kambing hidup-hidup, sedikit demi sedikit, untuk dijadikan satai, santapan, sementara sang korban masih mengembik-embik dan menjadi tontonan khalayak ramai”, katanya.
Alangkah bedanya dengan orang Jepang yang saya kenal melalui tayangan fauna dan flora yang begitu dicintai mereka. Ketika sepasang itik liar dengan anak-anaknya menyasar menyeberangi jalan raya, lalu lintas berhenti dan disambut wartawan dan crew TV bagai tamu agung.
Pernah pers menyiarkan gambar seekor itik liar membawa terbang sebuah panah yang tertancap di badannya. Orang-orang dari perkumpulan penyayang binatang segera melacaknya. Entah kejadian itu di Kanada atau di Amerika. Konon, mereka berhasil menangkap, mengeluarkan panah dan menyelamatkannya. Rasa bahagia atas keberhasilan itu, tentu menjadi hadiah mereka. Hadiah indah yang tak akan terlupakan.
“Meski jauh lebih indahlah, jika manusia tidak menyakiti, melukai, makhluk hidup lain, ketimbang menolongnya”, si upik tiba-tiba nyeletuk.
“Maksudnya?” tanya saya.
“Apa mereka lalu menjadi sedih kalau kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan makhluk yang terluka? Justru mereka akan lebih bahagia lagi, andaikan tiada orang yang menyakiti, melukai makhluk lain, “Begoooo””, katanya dengan manis, maksudnya “Sayang”.
Harian Ekonomi Neraca 20 Juni 1995
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
