Lebih Perlu Memikat Setelah Menikah

Lebih Perlu Memikat Setelah Menikah

Dulu, waktu belum menikah opa juga banyak engga tahu. Orang-orang engga memberi tahu, atau mungkin takut, malu memberi tahu, atau sengaja engga memberitahu, atau memang engga tahu atau masa-bodoh. Sekarang opa umur 80 sudah lebih banyak tahu.

Buat apa menikah kalau orang cuma menyayangi, mencintai pasangannya selama pacaran? Jangan disangka kalau cuma waktu pacaran perlu memikat pacar malah setelah menikah lebih perlu memikat lagi, bisa-bisa suami dipikat wanita lain.

Opa ingat Oma waktu belum menikah sangat ingin belajar main piano, sampai memberanikan diri belajar, berlatih di toko musik, rumah orang lain. Tapi setelah menikah ada piano, didiemin aja. Opa bilang sama Oma,”sekarang jij punya suami, jij juga diemin ik kaya piano itu.”

Ketika main grand-piano, – piano besar yang bisa dibuka atapnya – Opa sentuh satu nada, pantulan suaranya begitu bagus, begitu bening. Opa lalu main satu lagu sederhana, malah suaranya yang dipantulkan, dikembalikan, dibalasnya lebih bagus lagi dari kemampuan opa. Opa dipaksa engga bisa main jelek, engga bisa main kasar lagi, jadinya begitu indah, padahal engga pinter main piano, rasanya opa ingin menyiumnya.

Nah begitulah Opa membayangi wanita yang bisa disayangi seumur hidup seperti grand piano itu. Dia begitu peka, indah, kaya dalamnya. Sedih benar kalau dia jatuh ketangan orang tumpul, meski berduit, bergelar, ganteng tapi memainkan, menyentuh tuts-tuts putihnya yang begitu bersih, murni dengan tangan kasar, kotor tanpa perasaan.

Kalau main di organ, piano jelek, Opa dipaksa main jelek. Ibarat organ, piano tumpul engga bisa diajak becanda, omong, main. Disentuh lembut, tiba-tiba suaranya ngagetin, di tekan kuat berkali-kali dia bungkem. Bayangin aja kalau istri ditowel, digodain main-main suaranya tiba-tiba melengking marah. Dia tumpul, dungu, meski bisa saja pinter, cantik. Maksudnya tidak mempunyai perasaan, engga peka, tuli, engga bisa menghargai suatu keindahan, malah membalas, mengembalikannya buruk, bising, kasar, … Ibarat hidup berpasangan begitu menjadi neraka, pasangan lebih baik cepat-cepatlah bercerai.

Laki, perempuan, luarnya boleh saja makin tua, bisa saja makin cantik, indah, kaya, peka dalamnya, menjadi seindah grand- piano itu atau sebaliknya.

Tante Anne memungut anjing kecil jelek yang dibuang, dinamakannya si Belo. Dikasih orang engga ada yang mau. Sekarang dia menjadi bagus. Tante Anne bukan makin bosan, malah makin tua, lemah si Belo, makin disayanginya. Belo tidur dipelukannya, diciumi. Kala ada suatu hari engga enak, kesuraman hari itu menjadi cerah kalau ada si Belo. Ditukar sama anjing sebagus apapun ia pasti engga mau.

Begitulah kalau dipikir-pikir seharusnya mempunyai istri atau suami. Makin lama malah makin disayangi, – tentu tanpa dibikin-bikin, dipaksakan – bukan sebaliknya, makin tidak disayangi. Hidup bersama begitu menjadi kering, gersang, neraka. Apalah perkawinan emas selama 50 tahun kalau sudah padam karena saja malu pada masyarakat kalau sampai cerai atau terpaksa patuh pada perintah Tuhan: “Apa yang telah disatukan Tuhan, janganlah diceraikan manusia.” Buat apa menikah kalau begitu? Si Belo mah, tanpa sumpah setia dihadapan Tuhan, kalau diusir, dibuang pun,- kalau dia kuat/sanggup – bahkan akan yakin kembali lagi.

Begitulah E Mail Opa Johan pada cucunya perempuan yang berangkat dewasa.

Januari 2010

Catatan

Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’);

web stats analysis

// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);

site statistics

wordpress hit<br />
counter” border=”0″></a><br /><a href=View My Stats

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.