Lebih Cantik Tanpa Pakaian
Lebih Cantik Tanpa Pakaian
Kecantikan wanita, kata orang Cina, kakinya mesti kecil – dikerdilin opa bilang – jadi dibalut ketat-ketat. Entah di negara Eropa mana, dulu, wanita pinggangnya mesti kecil, diikat kencang-kencang. Salah satu suku Afrika bilang wanita cantik harus gemuk, dipaksa dibikin gemuk-gemuk. Bayangin sengsara wanita dikerjain begitu demi apa yang dianggap cantik. Gadis dulu sengaja engga boleh dijemur, supaya. “blank” (puth) kata orang Belanda. Blank itu dianggap cantik, padahal menurut opa, badan, anggauta badan yang jarang, engga pernah kena matahari, jarang dipakai, kulitnya putih-pucat, jadi jelek, engga segar. Lihat aja putih kulitnya kaki, badan orang-orang tua yang jarang kena matahari.
Dulu orang begitu sok suci, sehingga wanita tidak boleh memperlihatkan kaki dan lengan mereka terbuka. Ingat betapa indahnya kaki, lengan, badan penari balet ski wanita yang menari, meluncur, lalu melompat, memeluk Sang Pangeran.
Rambut panjang laki-laki dulu dikecam, dilarang. “Pemberontak” (estremis) kecam orang Belanda. Ruud Gullit, Frank Rijkaard rambutnya dikriboin, laki-laki dulu memakai anting-anting dianggap banci padahal dalam wayang golek raja-raja memakai anting-anting.
Safin, Federer jauh lebih cakap, gagah, perkasa kalau berpakaian olah raga ketimbang nampang pakai jas. Para kuli angkut beras, tukang becak tak perlu nampang. Badan, paha, kaki, lengan mereka yang kuat tak perlu disembunyikan.
Tidak ikutin mode, tidak trendy sama sekali bukan kesalahan besar, itu engga ada apa-apanya. Cuman perlu keberanian. Ikutin, ikut-ikutan mode, itu gampang, bukan jaminan bagus, indah, cuman aja dianggap bagus, bener, modern, padahal bisa jelek, bodoh.
Memang perlu keberanian, kejujuran. Sukarno dulu mendirikan patung laki-laki telanjang, gagah, perkasa, berwibawa, berambut panjang sedang memanah, di depan istana. Mungkin orang-orang risi melihatnya, jadi diangkat lagi. Di kebun istana Bogor di kejauhan ada patung seorang wanita cantik yang telanjang duduk di atas batu dibawah pohon di tepi kolam. Dewi Sukarno dikecam para ibu-ibu karena minta dirinya dilukis tanpa pakaian. Dia lebih cantik tanpa pakaian dan opa membayangkan cakap, cantiknya Adam dan Hawa di taman Firdaus.
Begitu kata Opa Johan dalam e mailnya pada cucu perempuannya.
April 2010
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
