Komentar “The Killing Fields”
Komentar “The Killing Fields”
“Mereka dulu tentu kayak kita-kita ini” kata si Upik pada ibunya menunjuk tengkorak-tengkorak yang bertumpukan di gambar muka majalah Newsweek, 30 Juni 1997, hasil pembantaian “The Killing Fields”.
“Gigi depannya ompong-ompong lagi. Betapa kuatnya gigi orang tertanam dalam rahang,“ katanya. “Bayangkan betapa takut, sakitnya kalau kita dianiaya begitu, dicabut atau dipukuli, drontokkan gigi kita tanpa dibius, tanpa ampun.”
“Makanya” kata si Buyung, mentang-mentang orang-orang sehebat Clinton, berkuasa seperti Pol Pot, atau Hitler, atau secantik, segagah, sekaya, sepintar orang apapupn, baik laki maupun perempuan, jangan sombong dong. Sehebat-hebat penampilannya, dalamnya, tengkoraknya mah sama menakutkan, sama jeleknya dan jangan lupa, … “ ia berbisik pada si Upik, “keringat, eh, be …k sama tak sedap, ha, ha, ha.”
Merdeka 25 Juli 1997
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
