Kisah Sebuah Hadiah Natal

Kisah Sebuah Hadiah Natal

Bahagia, mengenang cucunya berseri ketika membuka hadiah natalnya, meski hanya berisi empat butir
“jelly” (agar-agar) sekecil kue mangkok. Mengenang pembantu rumah tangga gembira karena ikut kebagian
rezeki, sampai si Choki pun tidak ketinggalan.Betapa lahapnya kucing itu menikmati kado natalnya berupa seekor ikan. Teringat sambutan hangat anjing-anjingnya, ketika pulang dari mengunjungi
anak-cucu, sebagai hadiah natal baginya …

Eh, apa itu yang tergantung begitu saja diudara? Pak Arif tersentak dari lamunannya. Ternyata
seekor burung yang terlibat benang yang terentang diantara dua pohon berseberangan di jalan Merdeka
Barat. Wah, masih hidup lagi. Coba ia tidak lewat disitu, ia menggerutu. Syukur-syukur orang lain
saja mau menolongnya.

Terlintas dalam benaknya mobil pemadam kebakaran dengan tangganya yang panjang, tapi mustahillah
kalau mereka mau datang. Atau menilpon perkumpulan penyayang binatang, andaikan saja ada, seperti
yang ada diluar negeri. Atau menggunakan senapan angin untuk menembak putus benang itu, kalau saja
bisa kena, … Ia gelisah. Sepertinya lebih sulitlah menolong satwa yang dilanda musibah ketimbang manusia. Siapa mau menolong, kecuali kalau dibayar? Lain kalau manusia tersesat digunung.
Aparat, masyarakat ramai-ramai mengirim bantuan dan media massa gencar memberitakannya.

Dengan putranya, meminjam segulungan benang gelasan, sebuah sepeda dan bekal secuil harapan kecil,
ia berangkat. Wow, bisa dan kuatkah putranya membandring benang yang menjerat burung itu begitu tinggi diantara lalulintas begitu ramai? Dengan menarik nafas dalam-dalam dan mengerahkan seluruh tenaga, cukup satu lontaran saja, benang langsung “del” putus dan burung itu jatuh menggelantung di
ujung benang lainnya masih cukup tinggi. Apa akal? Mencari galah. Ketika tiba kembali dibawah pohon,
benangnya ada, tetapi burungnya, syukur sudah terbang, menyongsong, eh … merayakan kebebasan,
kebahagiaannya bersama keluarga kembali.

Pemuda yang meminjamkan dua batang gala tersenyum mendapat persen.Hitung-hitung hadiah natal baginya
yang menganggur. Nah, berhasil membandring alias menyelamatkan dari “vonis” tersiksa menggelantung
dan mati pelan-pelan, itu hadiah natal yang teramat indah bagi burung ini.

Hadiah natal, membawa bahagia, berkat kepada sesama insan, bisa saja disampaikan sepanjang
tahun. Begitu pesan pak Arif mengenang bahagianya natal yang baru lalu. Meski tanpa pohon, tanpa
nyala lilin, tanpa lagu-lagu natal yang syahdu.

Berita Buana, 17 Januari 1996

Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’);

web stats analysis

// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);

site statistics

Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts