Kenangan Mantan Abang Becak Jakarta

Kenangan Mantan Abang Becak Jakarta

Dulu, meski dianggap “kuda” penumpang yang tidur di “istal”, keluargaku tak kekurangan makan. Kini, setelah dijadikan manusia, alias dilarang menjadi “kuda” penumpang (ngebecak), bukan rumah tinggal, bukan hadiah tuk-tuk, kuda pengganti penarik becak yang kuimpikan; boro-boro, malah becakku “terbang”, milikku habis, perut anak, istriku kekeroncongan.

Wahai sesama warga “kuda” gerobak sampah, gerobak pemulung, gerobak minyak tanah, air, sayur, buah, sate, roti, ketoprak, soto, baso, es teler, … Begini rasanya jika orang dimanusiawikan.

Bisnis Indonesia 21 Nopember 1991

Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’);

web tracker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.