Kebahagiaan Seorang Ibu Membohongi Anak-anaknya
Kebahagiaan Seorang Ibu Membohongi Anak-anaknya
Kamu hanya boleh berbohong kalau itu untuk sesuatu yang baik, bagus yang akan membuat orang yang dibohongi itu berterima kasih pada pembohong itu kalau-kalau kebohongan itu satu hari terbongkar. Hampir tidak ada kebohongan yang tidak merahasiakan sesuatu yang buruk, yang busuk. Hampir tidak ada perintah yang tidak memuat sesuatu yang engga enak. Bohong, perintah umumnya engga enak.
Waktu anak-anak masih kecil kita hidup dalam keadaan sempit. Oma waktu itu selalu kasih bagian buah yang paling bagus pada anak-anak. Itupun buah-buah yang engga bisa kita beli seperti apel, pir, anggur. Anggur aja sampai dibelah dan dibagi-bagi lagi. Sisanya, oma bohongin anak-anak dan sengaja bilang doyan bagian yang busuknya, bonyoknya dari buah-buah itu karena engga kebagian bagusnya. Kalaupun ada sisa kulitnya, – engga ada sisa kulit – tentu oma juga bilang doyan sekali. Semuanya percaya.
Disitu letaknya keuntungan hidup dalam keadaan sempit dulu, sebab sesedikit itu pun membuat mereka bahagia makan bersama dan menjadikan itu pesta besar. Oma bahkan lebih bahagia dengan berhasil membohongi anak-anaknya. Orang kaya tentu tidak pernah mengalami kebahagiaan macam itu.
Sekarang sih engga usah ngebohong lagi, Anak-anaknya sudah dewasa dan berkecukupan. Apel, pir, anggur seabrek-abrek, kurang seru. Tapi sampai sekarang papi kamu masih ingat oma, maminya. Ketika lihat buah, pir yang bonyok, dia tentu ingat, percaya oma suka buah pir yang busuk, bonyok. Dia masih tetap blo-on aja. Oma dibeliin khusus pir bonyok, dianterin kerumah.
Opa dan Oma jadi ketawa, Entah, apa Oma sudah minta maaf atas kebohongannya dulu itu.
Begitu cerita Opa Johan pada cucu perempuannya. melalui E Mail.
Desember 2009
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
