Kasihan Juga Peserta LPIR

Kasihan Juga Peserta LPIR 

TV  sekilas  menayangkan Lomba  Penelitian  Ilmiah Remaja (L.P.I.R.). Para siswa, siswi,  dari  ting­kat  SMP atau SMA  yang  diwawancarai  mengatakan gentar, merasa amat kecil, apa lagi yang masih SD. Kalau mesti menghadapi sendiri sekaligus sekitar 8 orang  pakar,  entah  sarjana,  profesor,  Doctor, rektor, sebagai penguji. Dalam benak, saya  berka­ta: “Seorang terdakwa saja didampingi pembela.” 

“Wah,  memalukan dong.” kata si upik.  ”Masa  anak tingkat  SD, SMP atau SMA ‘dikeroyok’  orang-orang setingkat  sarjana keatas begitu? Lain kalau  yang harus  bertahan  itu sang  profesor.  Di  ’gempur’ ramai-ramai pun tidak apa-apa.  Coba andaikan para penguji  sebaliknya diuji para siswa/siswi.  Anak-anak  itu tentu akan merasa  iba  melihat  mereka gemetaran diuji naik pohon kelapa atau sia-sia   memasuk­kan benang tanpa kaca-mata ke lubang jarum.” 

“Betul juga. Bukan tandingan. Sendiri saja saya tak tega jika harus berdebat dengan anak SD atau  SMP, apa lagi kalau sampai menguji atau  ’mengeroyok’, atau ‘menggodoknya’  ramai-ramai. 

“Mereka  bukan  sekedar  kendaraan yang  mau  diuji rem,  atau gas buangannya,  melainkan  siswa/siswi yang  mendambakan bantuan,  bimbingan,   semangat untuk  mencapai,  menggapai  pendidikan,   tingkat pengetahuan  yang lebih tinggi, dari  mereka  yang lebih  tua,  arif dan ahli. Bukan  untuk  ditakut-takuti dengan pengujian macam itu meski  diiming-imingi hadiah istimewa.” Begitu kata seorang.                                    

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’);

web stats

Merdeka, 29  Agustus 1996

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.