Kapan Jakarta Bebas Macet?
Kapan Jakarta Bebas Macet?
“Enak sih, enak tinggal di Pondok Indah. Yang engga tahan macetnya. Bisa-bisa tua di jalan.” kata seorang yang berkantor di Jakarta Pusat. Saya jadi teringat enaknya perjalanan naik kereta api yang
tak pernah terganggu kemacetan lalulintas dan amat murah. Tetapi penuh, sesak, gengsi, orang gedongan engga tahan.
“Kapan Jakarta bisa bebas kemacetan ya?” tanya seorang warga ketika diwawancarai TV. Dalam benak, saya menjawab: “Kalau orang-orang menjadi bijak dan menahan diri untuk berlomba, berebut membeli
mobil pribadi.”
Jakarta tetap saja makin macet dan kemacetan menjalar, menular kemana-mana. Ramai-ramai membunyikan klakson, lalu tidak membuat lalulintas menjadi lebih lancar. Upaya pemerintah menangguli banjir mobil pribadi dengan melebarkan, memperpanjang ruas jalan, membangun jalan tol, jalan layang, sistim Three in One, Busway makin ketinggalan. Mengharapkan orang-orang menjadi bijak sepertinya akan sia-sia.
“Biarin, engga lama lagi orang tentu berhenti membeli mobil, gara-gara lalulintas bakal macet total. Kalau orang sampai lebih cepat naik sepeda atau jalan kaki sampai ke tujuan ketimbang naik mobil. Biar nyaho” kata supir bus. “Baru orang mau naik bus, kereta api, karena punya mobil pribadi bakal menjadi percuma. Baru lalulintas bisa lancar, he,he,he.”
Sinar Pagi, 20 Januari 1996
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed