Kalau Makan Dilombakan

Kalau Makan Dilombakan 

Masakan yang paling enak diseluruh dunia hanya dihidangkan di kedai  ”Rasa Lapar”, teringat ucapan pak Arif ketika TV swasta  menayangkan lomba makan di Jepang, beberapa waktu lalu.  Maksudnya, rasa  lapar menjadikan setiap makanan  seakan-akan  yang  paling enak. 

Babak  pertama,  para peserta harus makan Spaghetti  porsi  untuk tiga  orang  masing-masing  dengan batas waktu  30  menit.  Acara segera  dilanjutkan  dengan babak kedua dengan  makan  lagi  tiga mangkok masakan restoran. Sampai babak Final tinggal tiga peserta yang harus makan kue tar pengantin tiga susun, cukup untuk sekitar 80 orang, dalam satu jam. 

Ada  peserta  yang bercucuran keringat, ada yang  bercucuran  air mata,  ada  yang jahitan pakaiannya menjadi sobek,  entah  berapa liter air teh perlu diminum untuk membantu mendorong makanan  itu masuk perut. Sementara penonton dan panitia  bertepuk,  bersorak sorai memberi semangat. 

Nah, lombakan saja makan, dan makan menjadi derita. Makan hidangan,  kue paling enak, sepertinya menjadi hukuman,  siksaan,  atau kutukan.  Dengan  iming-iming hadiah 5 ratus ribu  Yen,  ditambah ticket  untuk suatu kunjungan ke Malaysia, atau entah bisa  masuk TV,  kesempatan menginap di hotel berbintang lima, bisa  dikagumi penonton  dan  siapa tahu, bisa masuk dalam buku  rekor  Guinness, orang rela ikut serta. 

Padahal, betapa lahapnya si penyapu jalan, kuli pengangkut beras, kuli  bangunan, pemulung dan warga kecil lainnya, berpesta  makan sebungkus rezeki.  Selain untuk hidup, rasa lapar membuat  makanan itu begitu dinikmati, begitu disyukuri.   

Anjing, kucing, burung, ikan peliharaan, tak bisa dibujuk  dengan makanan  seenak  apa pun, untuk menyiksa diri dengan  makan  lagi kalau sudah kenyang. Entahlah, binatangkah yang bijak atau  manu­sianya saja yang bodoh?  

“Bukan! Yang pinter, boss.” si upik nyeletuk.  “Restorannya  jadi terkenal dan laku. Siapa suruh, mau ‘dikerjain’ begitu?”   

Harian Ekonomi Neraca,  1 Juni 1995

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.