Ibarat Semut Yang Begitu Kecil
Ibarat Semut Yang Begitu Kecil
Justru karena kekerdilan diri kita saja, kita merasa diri kita besar, benar, pendidikan kita, gelar kita, keahlian kita, kekayaan kita, kedudukan kita, kemampuan kita, ketenaran kita, pengetahuan kita, rumah kita, istri kita, agama kita negara kita, bumi kita, … besar, paling besar, paling hebat, paling kuat, paling cantik, paling benar, paling satu-satunya. Kita belum mampu melihat diri kita kecil, tidak menyadari kepicikan diri sendiri.
Ibarat semut yang cuma bisa melihat sekelilingnya yang begitu kecil, ketimbang menyadari, melihat bumi yang sebenarnya yang begitu besar.
Juli 2010
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
