Hati Seorang Ibu

 Hati Seorang Ibu 

Dea kehilangan si Theo,putranya. Ia ditikam orang. Oh, peduli amat,  apalah khotbah hiburan paling bagus pendeta, kalau si Theo tidak kembali. Meski ada orang yang mau menghibur dengan memberinya sebuah pulau berikut rumah bak istana dan pendapatan untuk seumur hidup. Apa artinya hiburan itu kalau si Theo tidak kembali. Jangankan sebegitu, dihadiahkan seluruh dunia, kedudukan paling tinggi akan ia tolak.  

Bahkan, andaikan Tuhan menawarkannya untuk kembali menjadi muda, sehat, cantik dan mempunyai anak lain lagi sebagai ganti si Theo, Dea akan berkata, 

 “Tuhan, biarin aja saya menjadi tua, saya rela menjadi botak, ompong, jelek, kok, kalau saja itu bisa mengembalikan si Theo.”  

“Bagaimana kalau salah satu di antara anak-anakmu akan Saya ambil sebagai gantinya si Theo. Tentukanlah yang mana.” kata Tuhan.  

“Kalau Tuhan begitu tega untuk memaksa Dea, seorang ibu untuk menentukan nasib buruk anak-anaknya sendiri, biarlah Tuhan ambil Dea lebih dulu.” 

   

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’);

hit counter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers