Harga Bukan Patokan Kenikmatan
Harga Bukan Patokan Kenikmatan
Meski orang dapat makan makanan yang paling mahal dan enak, itu tidak melebihi nikmatnya seorang koeli bangunan yang sehat dan lapar makan sepiring nasi murah di warteg.
Meski orang tidur di peraduan yang paling hangat di hotel bintang lima, nikmat tidurnya tidak melebihi nikmat, nyenyak tidurnya tukang beca yang letih meski di kelilingi bisingnya lalulintas, di dalam becanya.
Meski orang sanggup mengunjungi Alaska, The Grand Canyon berkeliling dunia, keasyikan, nikmatnya tidak melebihi kenikmatan, petualangan, perjalanan pak Johan dari Gobang – Cigudeg.
Hidup tak dapat dipercepat, dipacu untuk menyusul kembali apa yang telah lewat, disia-siakan. Sebanyak apa pun jumlah uangnya, orang tak dapat makan lebih, tidur lebih, melihat lebih, mendengar lebih, membaca lebih, menikmati lebih, … melebihi apa yang ada di dalam batas kemampuannya.
Januari 2009
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
