Hallo Gadis No. 112 Marathon

Hallo Gadis No. 112 Marathon 

Jauh saya tertinggal anda, gadis cilik. Seandainya ada  yang mengawal anda, tak mustahil  anda  tidak perlu  gugur  pada jarak sekitar 35  km  dan  bisa mencapai “finish”. Mencapai “finish” itulah  hadi­ahnya. Anda  akan  merasakan  betapa  bangga  dan bahagia  bisa mencapai prestasi itu,  meski  tidak menjadi  juara dan meraih hadiah apa  pun.  Hadiah apa yang lebih indah dari “kepercayaan diri“? 

Berlari  Marathon  sepertinya  berhasil  melintasi “neraka”, atau menaklukkan puncak gunung yang amat tinggi. 

Bayangkan,  dalam Marathon ini,  saya  dikawal empat   kendaraan yang  ditumpangi  dokter,   direktur perusahaan,  sarjana, beberapa  insinyur  sebagai suporter,  yang  menyediakan minuman segar.  Meng­gantungkan  kebutuhan air pada panitia bagi  atlit yang  masih  membutuhkan  empat  jam  lebih untuk menyelesaikan  rute  ”maut” ini,  tidaklah  cukup. bahkan  air Aqua terpaksa dipakai untuk  mengguyur badan  yang kepanasan. Selain itu,  para  pengawal mengamankan  jalanan  ketika  saya   berkali-kali harus melakukan penyeberangan, bagaikan saya  ini seorang presiden.  

Pada  puncak pergumulan di medan lomba pada  jarak 40 km, sebuah ambulance ikut mengawal, karena saya mulai  oleng bagai layangan singit ke  arah  kiri. Dengan halus mereka mengundang saya masuk  kedalam kendaraan, menyembunyikan kecemasan mereka. Akhir­nya malah nyonya (istri) saya yang masuk kendaraan itu, karena nyaris tertinggal dalam suasana priha­tin, hiruk-pikuk ini. 

Dan sebagai pahlawan,  saya diiringi,  dikawal dan mencapai “finish” dalam waktu 4 jam  23 menit  dan 25,71 detik, menerobos ruang kantor Stadion  Madia Senayan karena pintu gerbang sudah ditutup. 

Kepada anda-anda yang juga gugur, janganlah  jera. Marathon  adalah  salah  satu  lomba  yang  paling dramatis,  sarat  adegan-adegan,  selain   ”musuh” saling memberi air, semangat, juga saling “mengambil” dan “diambil” lagi. Jika seorang dari kelompok umur 60 tahun  keatas seperti saya ini dapat  menaklukkan­nya,  apa  lagi anda-anda yang  lebih  muda,  jika berlatih tekun. Saya bahkan mempunyai niat untuk menghadiahkan diri saya dengan menaklukan 70 km pada ulang tahun saya yang  ke 70 meski hanya bisa disaksikan  pengawal saya atau cuma saya sendiri.  

                                    

Bisnis Indonesia, 12 Agustus 1991 

 Catatan:

Ketika berumur 70 tahun saya berhasil bersepeda dari Jakarta, Parung, Rumpin, Leuwiliang, Bogor, Ciputat, Jakarta, sekitar 150 km sebagai ganti berlari 70 Km.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers