Hak Untuk Membagi-bagikan Bumi
Hak Untuk Membagi-bagikan Bumi
Cuma pemiliknya mempunyai hak, wewenang untuk membagi-bagikan bumi. Sang Maha Kuasa pemiliknya. Tapi Dia tidak pernah mengatakan, ini bagian untuk orang Amerika, ini untuk Rusia, ini untuk Cina, ini untuk singa, ini untuk ular, ini untuk ikan, ini untuk serangga, ini untuk tumbuh-tumbuhan, … Karena diam, orang pikir “bumi engga ada yang punya. Jadi duduki, ambil, rebut aja.”
Andaikan orang memiliki akuarium besar dengan macam-macam ikan, ikan cupang bilang “ini wilayah saya” lalu mengusir ikan-ikan lain. Kalau ada ikan lain yang kuat dan mempunyai wilayahnya tersendiri, ia dapat melawan dan timbul perang memperebutkan daerah. Bagaimana ikan-ikan lain yang lemah dan dikejar-kejar kemana-mana, mau kabur kemana? Melompat ke luar akuarium? Apa mereka tidak berhak tinggal di akuarium itu? Yang menentukan orang yang memiliki akuarium bukan ikan-ikan yang sok kuasa itu. Yang punya juga diam.
Nah, semacam itulah lahir, awalnya suatu negara sepanjang masa. Duduki saja atau rebut wilayah, rebut kekuasaan fihak lain. Yang menang, berdaulat, membuat peraturannya, mengesahkan, menentukan besar negaranya.
“Ini tanah saya,” kata entah petani, penduduk asli Australi dengan memelas, “lahir disini, milik nenek-moyang saya, tanpa ada batas-batasnya, turun temurun. Mereka buta huruf, tak berpendidikan, tidak tahu pemerintahan. Awalnya diduduki saja, toh tidak ada orang, fihak lain yang mempersoalkan, menggugat. Apa kami tidak berhak atas tanah ini?”
Dan saya ingat Chechnya, India, Indonesia, Palestina, … Bagaimana Indonesia sebelum ada Indonesia dan bagaimana Indonesia di tahun 3000 Masehi nanti? Tidak ada satu negara pun yang dapat mengajukan hak yang lebih besar atas bumi dari negara lain Setiap orang, setiap makhluk, semut pun berhak atas bumi, tetapi fihak yang menanglah yang menentukan, membuat aturan, membagi ‘kuenya’. “Ya, salahnya Tuhan dong, yang diam aja. Ha, ha.” Begitu kata yang menang dalam hati.
Tapi Tuhan bilang “Apa Aku yang mesti menjadi budak kamu? Silahkan! Ribut, serang, bunuh, perang, hancurkan, pusing, maboklah kalian sendiri kalau kalian sudah tidak waras, tidak mempunyai akal sehat lagi. ha, ha, ha. Aku memberikan bumi berikut matahari, bulan dan bintang untuk seluruh umat hidup, bukan untuk kamu saja, goblok.”
April 2009
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
