Hak Orang Untuk Memiliki Dirinya
Hak Orang Untuk Memiliki Dirinya
Tidak ada orang yang dapat membanggakan dirinya mumpunyai hak atas orang lain. Setiap orang, seorang anak sekalipun mempunyai hak atas dirinya. Dan seandainya orang memilikinya, itulah karena diberikan padanya: “Aku milikmu” kata seorang kekasih. Sombong benar jika seorang menyangka bahwa pasangannya adalah miliknya yang sah dan begitu pun sebaliknya. Dengan demikian orang tak mempunyai alasan untuk menuduh pasangannya menyeleweng karena ia milik dirinya bukan suami atau istrinya.
Orang tua bukan pemilik anak-anaknya yang sah. Merekalah pengasuh anak-anak mereka yang diutus Tuhan. “Aku milikmu” kata seorang ibu penuh kasih sayang, bukan “kamu milikku.”
“Saya dapat mencintai banyak wanita dan banyak laki-laki seandainya saya seorang wanita.” Begitu kata Pak Arif. “Tak masuk di akal kalau seorang setelah menikah hanya dapat, boleh, mesti mencintai hanya seorang wanita saja. Kami dapat hidup sebagai suami-istri dan bercerai kalau diinginkan. Apa salah, jahat, dosa kalau-kalau ‘pada suatu hari …’ entah seorang ayah mencintai anak gadisnya atau sebaliknya, seorang ibu putranya, seorang kakak laki-laki adiknya perempuan, seakan-akan mencintai atau tidak mencintai itu dalam kemampuan, penguasaan mereka, kecuali kemungkinan mendapat keturunan yang kurang sehat, kata orang.”
“Sepasang merpati tak dapat dibujuk untuk bercerai, sedangkan sepasang anjing tak dapat dipaksa untuk setia seumur hidup pada pasangannya.”
“Kelak orang menjadi suami istri tanpa pernikahan, hidup, tidur bersama atau meninggalkan pasangannya lagi tanpa permusuhan. Itulah hak azasi setiap manusia, setiap makhluk kehidupan sebagaimana dianugerahkan, diperintahkan Alam.” Begitu kata pak Arif.
“Tentu” komentar si Upik, “tidak ada hukum, meskipun itu hukuman mati, yang dapat melarang, membuat orang jera untuk tidak saling mencintai, tidak menyeleweng, tidak bercerai.”
Juni 2009
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
