Firdaus Ada Sepanjang Jalan Ke Bendungan Saguling
Firdaus Ada Sepanjang Jalan Ke Bendungan Saguling
Betapa indah, menakjubkan Taman Eden, “Kebun Raya” alam. Lihat bagaimana jalan melingkar-lingkar, meliuk-liuk, naik-turun pegunungan yang diwuwungi pepohonan, lihat “pulao-pulao” dikelilingi “lautan” padi, lihat pemandangan menakjubkan sampai jauh dibawah, lihat pegunungan menjulang tinggi di depan di samping jalan, lihat bentuk pohon-pohon di punggung gunung, betapa sejuknya udara, lihat pohon melambai-lambaikan batang-batangnya dengan lembut, betapa sedapnya makan tahu Sumedang, betapa heningnya alam, … sambil mengendarai mobil pelan-pelan, atau jalan, atau duduk-duduk. Aku tdak ada keinginan, pikiran pergi melihat Firdaus di Alaska, pegunungan Swiss, New Zealand, … Firdaus ada sepanjang jalan ke bendungan Saguling.
Malah Firdaus ada ketika kita mampir, makan sate, sop kambing di warung Pak Dudung waktu hujan, atau duduk meski di dalam mobil, jalanan gelap, berkabut tebal, di Puncak dan lalulintas macet total, …
Firdaus bukanlah sekedar apa yang sedap, indah dipandang mata, tapi juga yang sedap, indah didengar telinga, sedap, enak dirasa mulut, … Firdaus ada dimana saja, tempat mana yang paling sedap dinikmati raga dan jiwa.
Kalau orang tersesat di hutan ditengah malam tanpa harapan dan tak disangka-sangka melihat nyala api redup-redup dikejauhan, nah disitulah surga, meski itu di gubuk tua.
“Jeblosin orang ke neraka, atau ceburkan orang ditengah lautan, orang langsung tahu apa itu surga. Ha, ha.” Si Abu Nawas zaman sekarang berkata.
Begitulah, pak Arif meyakinkan putranya ketika mereka berdua mengunjungi Waduk Saguling.
Januari 2012
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
