E Mail Sang Pemimpin Paduan Suara Kepada Pemain Organnya
E Mail Sang Pemimpin Paduan Suara Kepada Pemain Organnya
Saya cuma ingin mengingatkanmu akan filsafatmu yang bagus: “kalau ada sesuatu yang tidak menyenangkan, menjengkelkan, saya rela membayar saja, toh cuma kecil dibanding dengan harga rasa jengkel, tidak enaknya”.
Kemarin ketika kau berlatih main organ di rumahmu, beberapa key-nya tidak naik, kau menjadi jengkel, tentu jengkelnya amat mahal dan setiap kali main, amat jengkel lagi, dihitung-hitung berapa juta rupiah jengkelnya itu. Padahal waktu organnya bagus, kau memainkannya begitu sedap. Saya, anak, istrimu saudaramu semua menikmatinya sampai istri dan putrimu hafal. Bayangkan kita semua kebagian untungnya. Hitung saja berapa juta untung itu. Sekarang kau dipaksa main jelek oleh organ itu, kau sengsara, saya, orang-orang yang ikut dengar juga sengsara.
Ketika mau pulang, kau main organ yang ada di lantai bawah. Saya baru tahu ada “stelan” jempolan yang tidak melayang-layang. Kau main entah suatu prelude atau fuga dari Bach, begitu bagus. Suara indahnya seakan-akan membuat kau, memaksa kau tidak bisa main tidak bagus, padahal teknik permainanmu kurang mendukung. Kau amat menikmati, saya pun amat menikmati dan sama-sama kita beruntung. Berapa juta untungnya itu? Kita tiba-tiba menjadi orang kaya.
Jadi kalau konser bagus, semua orang kebagian enaknya, untungnya, kita menjadi orang kaya, kalau jelek, semua orang kebagian engga enaknya, jeleknya, ruginya, kita menjadi orang miskin.
Juli 2009
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
