E Mail Sang Guru Kepada Ex Muridnya
E Mail Sang Guru Kepada Ex Muridnya
Setiap kali kamu membaca tulisan-tulisan ini, kamu sudah mengunjungi saya, mendengar saya ngobrol panjang lebar, melebihi obrolan kalau bertamu kerumah.
Saya adalah sebagaimana saya dalam tulisan itu, tetap begitu, tidak tua, tetap muda, tetap hidup, meski benar tua atau sudah meninggal. Tidak menjadi soal apa saya laki atau perempuan, tinggal di Jakarta atau di Jerman, lahir entah di abad 19 atau di masa depan. Pokoknya saya, kita – dalam tulisan saya – menjadi sama, menjadi kawan, bukan Pak Guru lagi yang lebih tua, lebih tahu, lebih pintar yang perlu dihormati. Kau bukan murid, kecil lagi.
Desember 2009
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);
