Batal Menjadi Kaya

 Batal Menjadi Kaya  

“Punya buku Dibawah Bendera Revolusi, ‘yah?” tanya si Boy. “Di internet orang-orang iklankan sampai  US $ 4.000.- untuk kedua jilid. Saya bisa masukin internet.” 

“Silahkan,” kata pak Johan. “Asyik benar kalau bisa laku segitu. Hitung-hitung kalau kurs Rp 13.000.- satu dolarnya, saya bisa dapat Rp 52 juta. Tiba-tiba kita menjadi orang kaya dong.” katanya pada  istrinya. 

“Empat ratus dolar buat si Boy, atas jerih payahnya, dua ratus dolar buat si Annie, adiknya dan dua ratus buat kamu untuk bayar ik punya utang eh,…. utang budi. Ha, ha, ha.” Pak Johan berbisik, menggoda istrinya.  Ia lalu mengkhayal, “Sisanya masukin deposito dengan bunga 48%. Setiap bulan ik bisa dapet sekitar Rp  1,4 juta setelah dipotong pajak dengan ongkang-ongkang kaki. Lalu kirim poswesel sebesar Rp. 600 ribu ke bibi  Nora yang sudah diatas 80 tahun di Palembang. Dan kalau perlu modalin wanita tua miskin yang gelandangan.

Wow, padahal gaji, upah banyak orang belum sampai  Rp 1,4 juta sebulan. Apa lagi kalau mengingat mereka yang di pe-ha-ka. Benar-benar rezeki nomplok. tetapi …kalau  bisa laku segitu.” 

“Nanti, gara-gara buku mahal itu malah mengundang penodong datang yang berpura-pura sebagai pembeli.” mantu menasehati. 

Selang seminggu, si Boy memberitahu,  “Eh, ternyata sangkaan orang saja, buku itu bisa laku semahal itu, lalu ramai-ramai, gencar itu buku diiklankan di koran-koran, padahal engga ada pembeli yang mau membeli buku semahal itu.” 

“Kalau begitu, ik batal menjadi kaya, dong, rezeki tidak jadi, batal nomplok.” kata pak Johan pada istrinya. 

“Ah, engga apa-apa sih, kita engga nambah miskin kok.” hibur istrinya.. 

“Kecuali nambah umur, uban kita. Ha, ha, ha.” jawab pak Johan di waktu itu. 

Saya jadi teringat orang Belanda mengatakan “Je moet niet iemand blij maken met een dode mus”. Jangan menyenangkan orang dengan burung mati. Maksudnya: Jangan tergesa-gesa menyenangkan orang dengan harapan yang muluk-muluk, tahu-tahu harapan itu kosong belaka. Betapa banyak orang seperti pak Johan terlanjur tergiur,  bemimpi-mimpi, mendengar kabar gembira itu, tapi kosong belaka. 

Bisnis Indonesia 21 Agustus 1998  

 

Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts