Bang Becak

       Bang Becak
    
Apa  bedanya antara pengemudi becak dan  pengemudi
pesawat jet? Sama saja, sama pengemudi, sama  membawa
penumpang. Serendah-rendahnya profesi  abang
becak, ia toh manusia seperti anda dan saya, bukan
binatang yang bisa diperlakukan sewenang-wenang.
 

Bahkan boleh dikatakan ia wiraswasta, bukan  pegawai
orang! Bebas bekerja, bangga  atas  kendaraan
dan profesinya, ia bagaikan seorang raja. Sebutlah
satu profesi yang lebih terhormat!
 

“Exploitation  de  l’homme par l’homme”?  Ia  sama
sekali  tidak merasa dirinya diperas  oleh  sesama
manusia. Apa yang dinamakan dengan pemerasan manusia
oleh manusia dalam bahasa Perancis itu  tidak
lain dari mempekerjakan orang tanpa  memberikannya
imbalan  yang layak, misalnya mereka  yang  diupah
dibawah upah minimum untuk bisa hidup. Inilah yang
tidak manusiawi. Tidaklah demikian dengan  profesi
ngebecak.
 

Putri mahkota kerajaan Muangthai Sirindhorn didam­pingi
Dubes

Indonesia
untuk Muangthai,  Subambang
berkenan mengayuh becak ketika mengunjungi

Indone­sia
.
Begitu pun mantan perdana  menteri  Trudeau,
seingat saya.
 

Tak  perlu menampilkan dirinya dalam  jas,  sepatu
dan dasi, tak perlu ber-SKJ (Senam Kesegaran  Jasmani),
tak terserang tekanan darah tinggi  karena
kegemukan, dibalik celana dan baju yang lusuh tampak
sepasang kaki, paha, lengan yang kuat dan  tubuh
yang serasi. Tanya Dr. Sadoso perihal  kesehatan­
mereka yang ngebecak atau banyak bersepeda.
 

Dan soal makan, tak kurang nikmat dan lahapnya  ia makan  di warteg, tidur nyenyak di dalam  becaknya
di tengah kebisingan

kota
, tak kurang dari  mereka
yang  makan dan menginap di hotel berbintang  

lima

pun.
 

Ah, jangan merendahkan dia. Profesi ngebecak? Sama
terhormat.
 

                   Bisnis
Indonesia, 9 Pebruari l990
 

 

   Memperkuda Atau Memberi Jasa? 

Jika profesi ngebecak tak terhormat karena  diang­gap
“memperkuda” sesama manusia, bagaimana  dengan
jabatan  sebagai pembantu atau pesuruh yang  ”memperkuda”
sesama manusia?
 

Lalu  bagaimana dengan jabatan  sebagai  profesor,
perancang,  atau presiden direktur sebuah  perusa­haan?
Apa kita tidak “memperkuda” otak mereka?
 

Mereka  yang  merasa  enggan  ”memperkuda”  sesama
manusia,  ”perkudalah” diri sendiri:  Jangan  naik
becak,  mengayuhlah sendiri, jangan menumpang  
pesawat terbang, jadilah pilot dan terbang  sendiri,
jangan  makan di restoran atau masakan  istri,  
melainkan masaklah sendiri.
 

Itu  jika dilihat dari kaca-mata yang suram.  Jika
dilihat  melalui kaca-mata yang cerah, mereka  ini
memberi  ”service” atau “jasa” yang baik dan  ber­harga,
termasuk abang becak.
 

              Bisnis
Indonesia, 22 Pebruari l990

wtslog(‘al11554′,’2′,’http’);

web counter

Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts