Apalah Kehendakku?
Apalah Kehendakku?
“Mau tidak mau, orang memilih apa yang baik, apa yang indah, yang disenangi. Masakan ada orang yang sengaja memilih yang jahat, yang buruk, apa yang tidak disenangi?” kata si buyung pada si upik ketika berselisih mengenai kebebasan memilih.
“Kalau pun orang sampai memilih perbuatan yang jahat, kotor, atau memilih karya yang buruk, memilih sesuatu yang tidak disenangi, memilih pasangan yang tidak dicintai, itu pun sudah jelas bukan kehendak, keinginan orang itu. Mungkin keadaan, tidak ada pilihan yang lain, atau ada sesuatu yang memaksanya berbuat begitu. Bukankah itu bertentangan dengan keinginan dia yang sebenarnya? Lalu, siapakah kita sehingga berwenang untuk “menghakimi” kekeliruannya? Siapa tahu, jika kita ditempatnya, kita malah herperangai lebih buruk.
“Kalau disuruh memilih, si Perjaka memilih gadis impiannya, sang putri dari kayangan, ketimbang si Sari, si Item atau gadis manis lain. Disuruh, dipaksa pun, ia tidak sanggup membencinya, ia tidak bisa tidak mencintainya. Sang Kuasa yang membuatnya begitu. Kalau ditodong, memilih hidup dong. Mustahillah jika orang memilih mati. Yang Kuasa juga yang suruh, kok.” kata si buyung. Menangkap maknanya, si upik berseloroh, ”ibarat eh, … memilih kepala keledai sebagai kepala atau memilih makan rumput ketimbang makan nasi. Si apa yang mau? Ha, ha, ha.”
“Lagi pula,” kata si buyung, “orang tidak bisa memilih dilahirkan seenaknya. Menginginkan orang tua yang kaya, – yang presiden, si upik menyela -, menginginkan dilahirkan sebagai laki atau perempuan, yang pandai, yang cakep, ayu, panjang umur, di Tokyo, di tahun 2000, entah menginginkan apa lagi.”
Si upik terdiam. Benar juga, saya membatin. Kehendak, pilihan bebas orang, rupanya mengikuti, ditentukan kehendakNya. Syukur, Dia yang mengatur.
“Selain kehendakMu, apalah kehendakku?” Teringat kata-kata sang Pujangga dari Persia.*
* Rumi
Berita Buana, 12 April
Catatan
Anda dapat membaca seluruh tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia dengan “scroll” jauh kebawah mencari “Categories” di sisi kanan dan click “Bahasa Indonesia”.
// BEGIN PARAMETERS
var page_name = ‘#’;
var invisible = ‘#’;
var text_counter = ‘#’;
// END PARAMETERS
wtslog(‘al11554′,’2′,’http’,page_name,invisible,text_counter);

Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed